“Nak,
aku bukan orang tak berguna yang hanya butuh dilayani, coba tengok rumah besar
dan jabatanmu sekarang! semuanya berkat usahaku dan ridho Tuhan yang dipinta
Ibumu dalam tiap ibadahnya. Kalau sekarang kami rewel, pahamilah... kami bukan
bermaksud membebanimu, hanya saja kami sudah sedikit renta dan ingin merasakan
kembali kasih yang terbagi karna keadaamu sekarang.” Ujar Papa lirih.
Aku
malu, sempat terjebak dalam prasangka.





